Penampakan

Penampakan hanyalah kulit pembungkus rasa..
Biarkan bungkus itu apa adanya, karena rasa itu takkan kemana..
Apasaja yang terasa dalam segenap rasa, takkan mampu dihalangi oleh segenap ilustrasi dari aturan-aturan yang berbatas oleh anggapan-anggapan..

Sangat sedikit yang menimbang akan sesuatu dibalik yang terlihat dari suatu penampakan.
Betapapun penilaian itu hadir, takkan mampu menandingi sesuatu yang tersembunyi dibalik penampakan yang berbatas oleh bentuk dan rupa..

Mulut dapat berbicara apasaja..
Namun hati tetap berteriak mengungkapkan fakta..

Dia tetap sedia dan setia berlabuh dalam jiwa..
Dia takkan kemana-mana..
Dia adalah rasa..
Rasa yang ada dibalik rupa dan penampakan..

Biarpun dipungkiri, dia tetap ada…
Meski dilupakan..
Meski dibunuh..
Meski ditolak..

Dia tetap ada…
Ada….

Ada sebagaimana adanya…
Ada sebagaimana mestinya…

Kenapa mesti dipungkiri…
Kenapa mesti dinodai…
Kenapa mesti lari dan sembunyi dibalik topeng senyuman…

Comments are closed.