Archive for January, 2007

Petuah Bapak

Wednesday, January 3rd, 2007

beberapa waktu yang lalu aku berjumpa dengan seorang orang tua bijaksana yang mungkin di zaman ini sulit untuk ditemukan yang memiliki akhlak mulia sebagaimana beliau..

aku tak tau pasti berapa usia beliau, namun yang membuatku kagum adalah bagaimana beliau menjalani hidupnya..
beliau mengabdikan hidupnya untuk kemashlahatan orang banyak.
beliau abdikan dirinya untuk melayani beragam tingkatan golongan masyarakat.
tak peduli usia muda maupun tua.
tak ada beda antara yang kaya maupun yang miskin..

beliau  bukan orang yang kekurangan harta..
bahkan hartanya dipergunakan bagi kepentingan umat..
yang tersisa hanya cukup sekedar kebutuhan sehari-hari saja.

dari sikap hidupnya aku mendapatkan pelajaran yang sangat berharga..
bukan teori tapi fakta..

beliau mengajarkan bagaimana menyikapi hidup ini..

sampai suatu ketika beliau menyampaikan padaku sebuah petuah yang cukup berharga bagiku untuk menjalani kehidupan ini..
sederhana tapi penuh makna..
petuah yang ringan didengar, namun penuh tantangan dalam menjalaninya..

singkat kata inilah inti petuah beliau bagiku :

Sabarlah..
Innallaha ma’ashshabirin..
Bersabarlah dalam pikiran,
Bersabarlah dalam ingatan,
Bersabarlah dalam perasaan,
Bersabarlah dalam pendengaran,
Bersabarlah dalam penciuman,
Bersabarlah dalam penglihatan,
Bersabarlah dalam perkataan,
Bersabarlah dalam rejeki, dan
Bersabarlah dalam kehidupan..
Innallaha ma’ashshabirin….

Sabar

Smoga petuah beliau dapat kuamalkan sebaik mungkin..
Smoga doa & berkat Bapak menyertaiku slalu.. Amin..


Penampakan

Wednesday, January 3rd, 2007

Penampakan hanyalah kulit pembungkus rasa..
Biarkan bungkus itu apa adanya, karena rasa itu takkan kemana..
Apasaja yang terasa dalam segenap rasa, takkan mampu dihalangi oleh segenap ilustrasi dari aturan-aturan yang berbatas oleh anggapan-anggapan..

Sangat sedikit yang menimbang akan sesuatu dibalik yang terlihat dari suatu penampakan.
Betapapun penilaian itu hadir, takkan mampu menandingi sesuatu yang tersembunyi dibalik penampakan yang berbatas oleh bentuk dan rupa..

Mulut dapat berbicara apasaja..
Namun hati tetap berteriak mengungkapkan fakta..

Dia tetap sedia dan setia berlabuh dalam jiwa..
Dia takkan kemana-mana..
Dia adalah rasa..
Rasa yang ada dibalik rupa dan penampakan..

Biarpun dipungkiri, dia tetap ada…
Meski dilupakan..
Meski dibunuh..
Meski ditolak..

Dia tetap ada…
Ada….

Ada sebagaimana adanya…
Ada sebagaimana mestinya…

Kenapa mesti dipungkiri…
Kenapa mesti dinodai…
Kenapa mesti lari dan sembunyi dibalik topeng senyuman…

Arif

Wednesday, January 3rd, 2007

Penilaian terlalu sering terpaku dengan mata
Sangat didukung oleh telinga
Hatipun jadi curiga
Rasa bimbang muncul
Iri dan dengki mengiringi
Cemburu menghantui
Kecewapun menyelimuti

Arif cuma sepatah kata yang sederhana
Namun cukup sulit dimiliki
Biarpun harus dibeli
Tak semua orang dapat memiliki

Ternyata arif bukanlah barang murah
Harus dibayar mahal dengan duka
Harus dikejar dengan peluh dan kecewa
Terkadang membutuhkan pilu dan tetesan bening air mata

Arif bukanlah bentuk
Arif adalah rasa
Rasa yang bukan rasa
Rasa dimana kedamaian dan keikhlasan menyatu sedemikian rupa tanpa beda

Pandangan mata terbatas oleh kelopak mata
Terhalang oleh bentuk dan rupa
Pendengaran telinga bergantung dengan gendang telinga
Terbuai oleh nada dan irama

Arif ada di hati
Hati tiada terjangkau oleh batasan-batasan bentuk dan rupa
Hanya selimut hawa dan keinginan yang buramkan pandangan akan kebenaran
Yang tersembunyi bagaikan mutiara dalam kerang
Yang berlapis oleh selaput-selaput kenyataan dalam kehidupan

Hati menyimpan permata..
Permata yang begitu indah…
Dimana pancarannya mencurah dengan sebutan arif…

Arif adalah rindu…
Arif adalah keikhlasan…
Arif adalah suka…
Arif adalah duka…..
Arif adalah kesabaran…….
Arif adalah Cinta…. yang tiada batas dan pemisalan dalam bentuk dan rupa…